Rabu, 07 Desember 2011

PETANI PINGGIRAN

Akses petani pinggiran (baca lemah akses pembangunan) masih tersebar di banyak wilayah pedesaan tercinta. Kalau dihitung, kelompok petani ini jumlahnya tidak banyak, ibarat masyarakat kota mungkin hanya beberapa orang jalanan, namun bila dilihat dari luas sumber daya lahan yang mereka miliki, mereka termasuk dapat diperhitungkan dalam partisipasi pembangunan lahan. Mereka kelompok kecil yang sangat lemah akan akses teknologi, infrastruktur, modal, akses pasar, sumber daya manusia (SDM) dan lemah pendampingan/pembinaan. Hati mereka seringkali merasa hina, merasa rendah diri dan umumnya tidak terpelajar, tetapi mereka memiliki kelebihan akan kejujuranya, sangat peduli terhadap pemeliharaan sumber daya alam, lahan cukup luas dan tekun. Pada hakekatnya dia memiliki moral dan lahan tetapi mereka sulit berkembang .

Melalui tulisan ini, saya atas nama Petani Pinggiran mengundang kepada pembaca dan kawan kawan sekalian mari kita terlibat dalam peduli petani pinggiran, syukur mau menyumbang berapapun nilainya sangat berarti bagi petani dan alam. Semua sumbangan saudara sepenuhnya hanya untuk menambah jumlah bibit unggul berupa klengkeng dataran rendah dan durian montong bagi dan hanya untuk petani pinggiran. Jenis tanaman ini kami pilih karena potensi pasarnya menjanjikan bagi kesejahteraan petani dan import yang masih tinggi. Kita mengajak semua, agar kita bangga akan kekayaan sumber daya lahan yang gemah ripah loh jinawi dan berkontribusi bagi rasa percaya diri sebagai petani. Sedangkan untuk pembiayaan pendampingan, pupuk, obat obatan, bibit kayu kayuan dan sebagian bibit buah dan lainya, sepenuhnya akan saya tanggung hingga jalur pasarnya, dan akhirnya hasilnyapun hanya untuk petani.

Pertanggungjawaban akan saya sampaikan secara tertulis disertai keterangan jenis dan jumlah tanaman, lokasi, petani pemilik sekaligus sebagai ucapan terima kasih kami, juga kami abadikan dalam riwayat pembangunan petani pinggiran melalui laporan Pertumbuhan Tanaman yang dapat di akses melalui Internet dan Google Eart.

Bantuan bibit diperkirakan sekitar umur 3 (tiga) tahun akan berbuah, sebagai rasa hormat kami akan undang bapak, ibu, saudara sebagai pemanen perdananya dan berkenan menikmati karya bersama, makan dan minum dalam lesehan tikar bersama kami ala petani desa.

Saya hanya punya modal keyakinan, pengetahuan dan etikat baik, sebagai pertimbangan meyakinkan niat saya ini, latar belakang saya adalah PNS Fungsional di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Solo dan saat ini aktif di pendampingan petani pinggiran. Terlepas dari profesi saya sebagai PNS, di bidang pendampingan optimalisasi lahan petani berbasis kelestarian alam daninterpreneursip merupakan keterpanggilan saya secara pribadi. Kegiatan ini telah saya lakukan 8 (delapan) tahun berjalan, tentu dari sumber daya dan dana sendiri, hasilnya sebagian sudah berbuah. Namun, karena keterbatasan dan daya yang saya miliki , hingga Desember 2011 baru mampu membagi dan menaman bibit Klengkeng dataran rendah jenis itoh dan diamond (500 bt), Durian Montong ( 50 bt), Srikaya Jumbo (47 bt), dan jenis kayu kayuan Jati ( 14.750 bt), Jabon (3000 bt), Mangrove ( 10 ha), dan akan terus saya lakukan hingga menyebar kepercayaan dari petani untuk kesejahteraan petani dan alam lestari.

Model pemberdayaan pola ini sangat efektif dan dapat membangun sikap petani yang berpengharapan, tepat tujuan, langsung pada sasaran, tepat hasil, terukur dan tidak ada potongan bantuan seidkitpun, maka berbekal tekad, keiklasan dan kepercayaan, kami mengundang bapak ibu saudara pembaca dimanapun berada "Mari Peduli Petani Pinggiran". Semua saran dan bantuan berupa apapun sangat kami harapkan , akhrnya atas perhatian kami sampaikan terima kasih.

Selamat peduli memajukan Petani Pinggiran, Sukses Untuk Alam Indonesai. salam dan hormat kami Indonesia Dadi Ijo (IDI).

Bila berpartisipasi kontak/sms langsung ke IDI BANTARA Hp. 08121524180. Tarnfer dapat langsung ke rekening saya Mandiri 138-00-0409452-5, BRI Rek Nomor 0182.01.017.463.50.4.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar